Sikap Dalam Menyambut Natal (Matius 2:1-12)

Memasuki Bulan Desember merupakan bulan yang sibuk bagi orang Kristen.  Ada banyak persiapan yang dilakukan oleh orang Kristen untuk menyambut datangnya Natal.  Sebelum lebih jauh kita disibukkan dengan persiapan Natal, ada baiknya kita melihat pengalaman dalam Alkitab bagaimana kelompok-kelompok orang menyambut datangnya Kristus di dunia. Dalam Matius 2:1-12, ada 3 macam/kelompok orang yang menyambut kelahiran Kristus di dunia dengan caranya masing-masing.

1. Orang-Orang Majus
Menurut Herodotus, seorang sejarawan, istilah Majus menunjuk kepada suatu suku dari bangsa Madai yang mempunyai jabatan imam di Kerajaan Persia. Adapun Kitab Daniel (Dan. 1:20; 2:27; 5:15) mengenakan kata ini kepada segolongan “orang bijaksana”  atau ahli nujum, yang menafsirkan mimpi dan pesan-pesan dari “allah-allah.” Jadi orang Majus dalam Matius 2:1-12 ini kemungkinan adalah ahli nujum agamawi non Yahudi yang menarik kesimpulan dengan mengamati bintang, bahwa seorang raja agung bangsa Yahudi sudah lahir. Mereka berasal dari Timur (Mat. 2:1).

Pertama kali orang Majus melihat bintang ajaib penanda lahirnya Kristus adalah sekitar 2 tahun sebelum mereka sampai di istana Herodes (bdg. Mat. 2:7, 16).  Jadi mereka sudah mengadakan perjalanan selama ± 2 tahun untuk mencari & memberi penghormatan kepada raja yang baru lahir itu. Ada banyak pengorbanan yang dapat dilihat dari perjalanan orang Majus ini : korban waktu, tenaga, dan harta.
Orang Majus menyambut Natal (kelahiran Kristus di dunia) dengan kerelaan untuk berkorban.  Mereka tidak datang kepada Yesus untuk meminta sesuatu melainkan untuk memberi sesuatu.  Mereka tidak datang kepada Yesus untuk mendapat sesuatu melainkan untuk kehilangan sesuatu.  Melalui kerelaan mereka untuk berkorban itu, mereka mendapatkan sesuatu yang tidak dapat dinilai dengan harta, yaitu “sukacita penuh” dalam Tuhan (Mat. 2:10). Sukacita yang mengalahkan waktu, tenaga, dan harta yang telah dikeluarkan.

Memasuki bulan Natal ini, jangan sampai kita kehilangan berkat Natal itu.  Milikilah berkat itu dengan kita menjadi berkat bagi orang lain.  Mari kita berpikir : apa yang dapat saya berikan untuk Tuhan di bulan Natal ini ?  Apa yang dapat saya berikan untuk gereja di bulan Natal ini ?  Apa yang dapat saya berikan untuk kampus di bulan Natal ini ? Apa yang dapat saya berikan untuk orang lain di sekitar saya di bulan Natal ini ?  Apa yang dapat saya berikan bagi teman sekamar, seasrama, sekelas, sekerja, tetangga, keluarga di bulan Natal ini?  Apa yang bisa saya berikan bagi mereka semua ?  Waktu … Tenaga … Pikiran … Harta … ?

2. Raja Herodes
Herodes Agung memerintah sebagai Raja Yudea tahun 37 – 4 SM. Dialah yang menjadi Raja daerah Yudea ketika Yesus lahir.  Ini berbeda dengan Herodes yang mengadili Yesus (Herodes Antipas, anak dari Herodes Agung). Ketika Yesus lahir, dia sedang dalam masa puncak kejayaannya : berumur 70 tahun, punya 10 istri, telah memerintah selama 30 tahun, banyak membangun gedung teater, amfiteater, dan hippodrome yang megah, membangun pelabuhan laut yang megah, membangun istana di Yerusalem yang sangat indah (karena indahnya, para rabbi Yahudi pada waktu itu mengatakan bahwa mereka yang tidak melihat bait Herodes tidak pernah melihat suatu bangunan yang sangat indah), membangun kembali Bait Suci di Yerusalem. Dia juga adalah seorang politikus dan bisnisman yang sukses. Tetapi Herodes Agung ini memiliki perangai yang menaruh dendam, iri hati, dengki, dan curiga.  Karena perangainya ini, Herodes rela membunuh siapa saja yang mengancam tahtanya.  Ia rela membunuh istri yang dicintainya, Mariamne.  Ia rela membunuh ibu mertuanya, Aleksandra, juga kemudian kakak iparnya.  Ia rela membunuh anak-anaknya (anak laki-laki Mariamne) dengan cara mencekiknya.

Ketika ia mendengar berita dari orang Majus bahwa ada raja orang Yahudi yang baru dilahirkan, Herodes sangat terkejut (Mat. 2:2-3). Kemudian Herodes mengumpulkan informasi dari orang Majus, para imam kepala, dan para ahli Taurat dengan alasan untuk turut menyembah Yesus (Mat. 2:8).  Tetapi sesungguhnya Herodes merasa iri-dengki, curiga, dan terancam tahtanya.  Fokusnya adalah untuk kemuliaan dirinya sendiri. Herodes menyambut Natal dengan keirian, kedengkian, keegoisan.  Dia merasa ada yang menyaingi dia sebagai raja.  Oleh sebab itu dia berniat untuk membunuh semua anak yang berumur di bawah 2 tahun.

Bulan Desember adalah bulan yang sibuk bagi orang Kristen.  Terkadang di tengah kesibukan itu, karena keletihan, emosi menjadi tidak stabil.  Hati-hati dengan emosi kita.  Jagalah hati dan pikiran supaya kita tidak kehilangan berkat Natal di bulan ini.

3. Para Imam Kepala dan Ahli Taurat Yahudi
Siapakah imam kepala itu ? Sebelumnya perlu diketahui bahwa jabatan imam diadakan untuk melayani persembahan korban, sebagai pengantara yang mewakili manusia datang ke hadapan Allah.  Jabatan imam ditetapkan oleh Allah dan diturunkan dari generasi ke generasi (suku Lewi).  Tetapi di kemudian hari sering ada perubahan terutama setelah bangsa Israel ditawan dan pulang kenegerinya. Dalam I Tawarikh 24 dijelaskan bahwa semua imam dibagi menjadi 24 kelompok dan tiap kelompok mendapat giliran tugas di Bait Allah selama seminggu.  Pemimpin dari 24 kelompok imam ini disebut imam kepala. Sebenarnya, kewajiban dari jabatan imam sepenuhnya adalah berkisar pada soal agama dan tidak ada sangkut pautnya dengan politik.  Tetapi dengan berjalannya waktu, terutama di masa PB, jabatan imam mempunyai kekuatan politik yang sama.  Ini menjadikan jabatan imam sebagai sasaran penyuapan dan perebutan.

Siapa pula ahli Taurat itu ? Sebelum penawanan bangsa Israel, ahli Taurat adalah para pejabat, sekretaris, dan penyalin (II Sam. 20:25; I Raj. 4:3; II Raj. 12:10; 25:19).  Pada saat Bait Allah direnovasi, orang Lewi menjalankan tugas mereka (II Taw. 34:13). Tugas utama ahli Taurat adalah : (1) menyalin Alkitab, meneliti sejarah dan doktrin di dalamnya.  (2) Menafsirkan hukum sipil dan hukum agama serta peraturan kehidupan moral.  (3) meneliti dan mengajar hukum Taurat. Dalam PB, status mereka lebih tinggi dari para imam, sangat dihormati, punya pengaruh besar di masyarakat (Mat. 22:25; Luk. 7:30; 10:25; 5:34). Jadi, imam kepala dan ahli Taurat adalah golongan orang yang pada saat itu paling mengetahui tentang nubuatan Mesias.  Oleh sebab itu, Herodes memanggil mereka untuk memberikan penjelasan dimana Mesias akan lahir.

Dari nubuatan Nabi Mikha (Mi. 5:1) mereka mengetahui dimana sesungguhnya Mesias dilahirkan. Oleh sebab itu mereka menyampaikan informasi itu kepada Herodes tetapi mereka sendiri tidak ada tanggapan sama sekali tentang berita dari orang Majus itu (Mat. 2:5-6). Mereka yang paling tahu dimana Mesias akan dilahirkan tetapi mereka tidak mau tahu/tidak peduli dengan berita kelahiran tersebut.  Mereka terkejut tetapi tidak menanggapi sebagaimana orang Majus menanggapinya.  Mereka menyadari bahwa Mesias akan datang di Betlehem dari nubuatan para Nabi, tetapi mereka tidak menanggapi sebagaimana mestinya.

Ada orang Kristen yang tahu Natal itu apa tetapi sesungguhnya mereka tidak memahami makna Natal itu sehingga mereka menanggapi Natal tidak sebagaimana mestinya.  Natal sesungguhnya adalah peringatan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus ke dalam dunia ini sebagai Juru Selamat.  Tetapi bukan saja sekedar peringatan sejarah semata, melainkan kelahiran Yesus yang sesungguhnya di dalam hati setiap manusia melalui kelahiran baru.  Bagaimana dengan Saudara ? Sudahkah Yesus sungguh-sungguh lahir dalam hati Saudara? Sudahkah saudara mengalami kelahiran baru ? Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang lain ? Pernahkah kita berpikir untuk keselamatan mereka ? Kiranya selama Natal ini kita boleh menjadi alat Tuhan untuk menyampaikan berita sukacita ini kepada setiap orang di sekitar kita yang belum percaya sehingga mereka juga boleh memiliki Yesus di dalam hatinya.  Amin.

Akhir kata, mari kita sambut Natal dengan meningkatkan PENGABDIAN kita kepada Tuhan, memelihara HATI DAN PIKIRAN KITA bagi Tuhan, dan terus MENJADI SAKSI TUHAN bagi orang lain. Selamat menyambut Natal.

Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s