Nama-Nya Berkuasa (Matius 1-2)

YESUS – Allah yang Menyelamatkan Manusia dari Dosa (Matius 1:21)

Yusuf, tunangan Maria, dalam mimpinya diberitahu oleh malaikat Tuhan agar menamakan anak yang dikandung Maria dengan nama YESUS. Demikian juga dengan berita yang diterima oleh Maria (Luk. 1:31). Mengapa bayi yang dikandung oleh Maria harus dinamai YESUS?  Nama YESUS berasal dari bahasa Yunani iesous. Nama ini berasal dari bahasa Ibrani yesua atau yehosua yang artinya “Yahweh menyelamatkan.” Nama ini sebenarnya merupakan nama yang umum di kalangan orang Yahudi pada awal abad ke-2 M. Tetapi Matius dan Lukas mengklaim bahwa nama ini bukanlah suatu nama yang kebetulan diberikan kepada anak yang dikandung Maria. Nama ini diberikan karena Yesuslah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka (Mat. 1:21).

Nama YESUS menegaskan kebutuhan manusia akan KESELAMATAN. Keselamatan adalah salah satu kebutuhan manusia. Abraham Maslow, seorang sosiolog, melukiskan kebutuhan manusia dalam suatu urutan salah satunya adalah keamanan. Ada banyak usaha manusia untuk memperoleh keselamatan misalnya melalui pendidikan, amal atau perbuatan baik, cara hidup yang baik, agama, tetapi semuanya selalu gagal. Mengapa ?  Roma 3:23 mengatakan : “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Tidak ada manusia yang tidak bebas dari dosa, oleh sebab itu kecenderungannya adalah berbuat dosa.

Allah tahu bahwa manusia tidak akan pernah sampai kepada DIA. Oleh sebab itu IA datang ke dalam dunia, merendahkan diri, menjadi manusia untuk menjadi JURU SELAMAT manusia dari dosa. Tuhan Yesus sendiri berkata dalam Yohanes 14:6 : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Inilah sesungguhnya kabar kesukaan besar itu yang disampaikan para malaikat kepada para gembala (Luk. 2:10-12). Kesempatan terbuka lebar bagi manusia untuk memperoleh keselamatan sejati. Yakobus 4:14 menggambarkan hidup manusia yang singkat bagaikan uap dibandingkan dengan kekekalan. Tetapi apa yang kita akan nikmati di kekekalan nanti tergantung kepada keputusan kita di dunia ini, apakah kita mau menerima Yesus di dalam hati atau tidak.

IMMANUEL – Allah Beserta Kita (Matius 1:23)

Yesus juga disebut dengan IMMANUEL. Kata ini berasal dari bahasa Ibrani immanu el, yang terdiri dari kata sambung im, akhiran kata ganti orang 1 jamak nu dan nama pribadi el (Allah). Kata IMMANUEL menyatakan 3 hal penting:
1. Menyatakan Keberadaan Pribadi yang Disertai (manusia)
Pribadi yang disertai oleh Allah adalah manusia yang penuh dengan kelemahan, ketidakberdayaan, ketidaktaatan dan keberdosaan.  Manusia tidak sanggup untuk mengusahakan pengampunan bagi dirinya sendiri apalagi keselamatan dirinya.
2. Menyatakan Keberadaan Pribadi yang Menyertai (Allah)
Pribadi yang menyertai manusia adalah Allah. Pribadi yang memiliki kekuatan dan kuasa luar biasa. Pribadi Yang Mahatinggi dan Mahakuasa. Pribadi yang menciptakan alam semesta dan manusia serta memilikinya.
3. Menyatakan Penyertaan Allah kepada Manusia
Penyertaan Allah menekankan pengertian “hubungan yang erat dan akrab, persahabatan, persekutuan dan yang tidak bergantung pada status sosial, lokasi, situasi.” IMMANUEL menjadi jaminan bagi orang percaya dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup kita. Banyak prediksi dari para ahli di tahun depan yang membuat banyak orang menjadi pesimis melihat ke depan. Tetapi kita tidak berjalan sendirian dalam dunia ini. Kita tidak menghadapi masalah seorang diri. Ada pribadi yang memperhatikan dan mau terlibat dalam hidup kita. Seberapa besar masalah kita, seberapa kuat tembok yang ada di sekitar kita, seberapa dalam jurang masalah kita, bagi Tuhan tidak ada yang terlalu besar, kuat dan dalam. KuasaNya cukup dan bahkan berkelebihan bagi kita. DIA tidak meninggalkan kita. IA ada dekat dengan kita. IA mau terlibat dalam hidup kita. Penyertaannya 24 jam sehari, 1440 menit sehari, 8640 detik sehari. Luar biasa !!! Sadarkah kita akan kenyataan ini ?

Sebaliknya, terkadang kita yang tidak mau melibatkan Allah dalam masalah hidup. Kita lebih percaya kepada pertimbangan dan kekuatan kita, juga orang lain. Pertanyaan yang penting adalah maukah kita mengikutsertakan Tuhan dalam hidup kita? Maukah kita menjadikan DIA Tuhan dalam dan Tuan atas hidup kita? Percayakan hidup kita kepada Tuhan dan IA akan bertindak (Maz. 37:5).

RAJA – Berhak Diberikan yang Terbaik (Matius 2:2, 5-6, 11; 1:1)

Yesus adalah juga RAJA. Keberadaan Yesus sebagai RAJA sudah dinubuatkan oleh para nabi (Yes. 9:5-6; Mik. 5:1), dijanjikan oleh Allah kepada Daud (2 Sam. 7:16) dan ditegaskan kembali oleh malaikat (Luk. 1:31-33), diakui oleh orang Majus melalui tanda bintang ajaib (Mat. 2:2) serta dibuktikan dari silsilahNya (Mat. 1:1).

Yesus adalah RAJA di atas segala raja. Sebagai seorang Raja, Yesus layak menerima yang terbaik. Orang Majus memberikan yang terbaik dari waktu, tenaga dan hartanya. Mereka mengorbankan waktunya selama 2 tahun, mengeluarkan tenaga selama 2 tahun untuk mencari dan menyembah Yesus sebagai Raja. Setelah bertemu Yesus, mereka memberikan hartanya yang terbaik (emas, kemenyan dan mur) untuk Sang Raja.

Yesus adalah RAJA yang layak menerima yang terbaik dari seluruh hidup kita : waktu, tenaga, pikiran, harta. Berikanlah kepada DIA yang terbaik dari hidup kita karena DIA berhak dan layak menerima yang terbaik.

Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s